Dibalik Nama Besar Garlick Store

Posted on Juni 10, 2012. Filed under: info berita | Tag:, , , |

Arga, owner Garlick Store

Arga Pratama Putra, owner dari distro Garlick Store menjelaskan arti nama toko pakaiannya serta kisah jatuh bangun memulai bisnis pakaian distro.

“Kata dasarnya Garlic, itu khan bawang putih dikenal sebagai penyedap makanan. Kita ingin menjadi penyedap di dunia fashion. Kemudian akhiran K, jadinya “lick” seperti menjilat, berharap konsumen jadi pelanggan yang selalu ngiler dengan produk kita,” ujar Arga,di distro yang terletak di JL Bawean.

Pria berusia 26 tahun tersebut, pernah merasakan bangku kuliah di Ubaya jurusan Informatika. “Saya angkatan 2002 dari SMU negeri 4, kuliah tidak sampai selesai karena dari awal inginnya bisnis distro,” tandasnya.

Semula, keinginannya tersebut pernah disampaikan kepada Ibunda tercinta. “Karena ayah sudah almarhum jadinya saya cerita niat tersebut ke Ibu. Awalnya tidak langsung diiyakan atau dilarang, beliau ingin waktu untuk berpikir dahulu,” kenangnya.

Arga memilih dunia distro karena dianggap mudah untuk segera memulainya. “Tahun 2004 sempat jualan sambil kuliah tapi gagal, tahun 2005 bikin berdua sama teman, tidak berhasil juga, tahun 2006 baru bikin Garlick sendiri,” paparnya.

Perjalanan tak semulus yang dikira, Arga sempat membuka cabang Garlick di lokasi yang sama yakni JL Bawean, namun tahun 2009 tutup. Baru awal tahun 2010 pindah ke JL Imam Bonjol tapi akhir tahun tutup karena mis-manajemen dengan partner pengelola.

“Kita pernah buka cabang di Malang tapi akhirnya tutup juga dan sekarang saya join dengan adik kandung dengan modal kredit lewat saudara yang kerja di bank,” terangnya.

Dengan sistem konsinyasi, supplier dari Jakarta, Bandung serta Surabaya, kerap mendatanginya guna menitipkan kaos atau celana untuk dijual di sana. Tiap bulannya Garlick Store mampu meraup pemasukan sampai ratusan juta rupiah.

“Hari biasa, satu bulannya bisa dapat Rp 150 jutaan. Bulan Ramadhan ini target kita bisa sampai Rp 500-600 jutaan,” ujar Arga.

Selama ini konsumen dengan range umur 17-30 tahun tercatat sebagai pelanggan. “Catatan penjualan tertinggi 2-3 tahun silam, itu karena kita punya 2 cabang sehingga pemasukan ikutan nambah. Kedepannya kami ingin membuat sistem berbasis IT untuk menunjang penjualan online. Ketika kota A paling banyak pembeli online, kemungkinan akan dibuka juga toko di tempat tadi, begitu seterusnya,” tutur Arga.

Bagi pemula wirausahawan, Arga hanya berpesan, apapun bisnisnya, yakin, apa yang sedang dikerjakan merupakan titik bagi kita untuk besar.

“Saya baru baca Forbes edisi Maret kemarin. 10 orang terkaya di dunia, hampir semuanya tidak ada yang bisnis properti atau yang dikatakan orang Indonesia prospek. Ada pertambangan, telekomunikasi dan bangganya di posisi 4 ada grup dari Louis Vuitton serta di nomer 7 ada Zahra, keduanya bergerak di bidang industri fashion, so yakin dan terus fokus dalam berusaha,” pungkasnya.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: