Suramadu

Posted on Desember 27, 2012. Filed under: Jalan-Jalan | Tag:, , |

 Mungkin sudah banyak foto tentang jembatan Suramadu dan hasilnya jauh lebih sip dari punya saya dan beberapa sudah saya tampilkan dalam blog saya yang lain. Namun tidak ada salahnya menampakkan kembali.

nelayan suramadu di pagi hariPertama, tidak sengaja saya ambil waktu lagi nyeruput kopi di warung sebelah kiri sesudah pintu tol masuk. Saya kira laut warnanya biru, eh kok di sini nemunya coklat, kotor atau gara-gara plankton, algae yang di dalam permukaan sehingga saat terpantul sinar matahari jadinya dilihat mata jadi coklat, saya enggak paham.

nelayan dan jembatan suramadu

Yang sebelah kanan, sebenarnya urutan yang pertama waktu saya jepret, tali di lepas dulu baru naik perahu hehehe, kok jadi kebalik. Foto ini sempat saya ikutkan ke dalam lomba foto gratisan BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura) yang diadakan di Grand City beberapa waktu silam dan lumayan dapat 9 besar. Namanya juga masih belajar jadi perlu banyak  keliling dan memotret.

tidak sengaja ketemu tukang yang sedang membersihkan dinding suramadu dari coretanNah, foto yang ini juga saya sertakan dalam lomba dan sekarang, meski enggak juara, bisa jadi hiasan dinding rumah he he he. Ini juga tidak sengaja ketemu tukang yang lagi ngecat dinding tembok jembatan suramadu. Begitu mengeluarkan kamera, eh didatangi mandornya, dikira wartawan yang sedang meliput. Dalihnya, belum ada pernyataan resmi yang bisa disampaikan jika ingin meliput. He he he, tidak perlu pak, umpama liputan saya juga bisa menghubungi humas BPWS notabene mantan wartawan juga dulunya.

salah satu contoh coretan di tembok jembatan suramadu

Foto sebelah kanan juga sama, isinya tentang coretan yang akan dibersihkan dengan cat putih, tulisannya sangat Suroboyo banget.

foto suramadu saat pagi hari

Nah, yang ini, foto di atas jembatan, naik motor. Untung njepretnya pagi hari jadi belum banyak motor. Tapi ya itu, mau motret, harus lepas helm, anginnya lumayan bikin goyang motor yang sedang saya duduki, berhenti di pinggir. Sesekali, ada suara klakson dari belakang yang memperingatkan, ada motor dari belakang. Lumayan repot juga, pegang kamera, angin kenceng, sambil ngawasi helm yang saya taruh di spion sebelah kiri, kena wangin wusss nyemplung bisa isis kepala, selain itu was was kendaraan lain terutama sales yang bawa barang banyak di kanan kiri, kalau kesenggol, lumayan. Belum lagi khawatir ditilang sama petugas yang patroli he he he.

mejeng bentar walau dari kejauhan

Yang terakhir, tentu saja, motornya harus ikutan nampang juga.

my bike

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: