Tantangan Berusaha Sendiri (preambule)

Posted on Juni 20, 2012. Filed under: jamuren world's | Tag:, , , , , |

Lama gak nulis, akhirnya ketemu tema ini, minimal dengan menulis sekaligus menjadi pengingat kenapa keripik jamuren itu ada dan akan terus mengusahakannya.

 Cogito Ergo Sum (Aku Berpikir Maka Aku Ada) – You Are What You Do not What You Say.

Sesuai dengan judul, “Tantangan Berusaha Sendiri”, kenapa harus demikian, kenapa bukan tantangan menjadi pengusaha? Karena saya menganggap, dalam hidup harus terus berusaha bahkan sampai tutup usia nanti. Jika sudah mendapat label pengusaha, takutnya mental ini masuk dalam zona nyaman dan Mao Tse Tung berkata, itu sebuah pertanda kreativitas seseorang sudah menemui ajal.

Berusaha toh tidak identik dengan pengusaha, bisa berusaha dalam bidang lainnya, so…berusaha adalah kata yang cocok.

Penulis ingat dengan kata berusaha, ingat dengan mantan Redpel sebuah tabloid grup Jawa Pos yang pernah kerja bareng selama hampir 5 tahun. Ketika ditanya, kemana si A, oh si A sedang berusaha, jadi bukannya si A sedang mengerjakan ini atau itu, jawaban yang dilontarkan cukup diplomatis, “sedang berusaha”.

Terus, kenapa harus “Tantangan Berusaha Sendiri”, karena penulis merasa, lebih baik dalam berusaha, melakukan sendiri bukan dengan jalan rekanan. Mungkin, di luar sana, ada yang cocok menggunakan cara tersebut ya monggo, karena selama praktek, join dengan orang lain belum menghasilkan apa-apa kecuali pengalaman.

Memang, tidak selamanya rekanan itu buruk, malah bisa sebagai pembelajaran dalam memulai berusaha. Contoh gampang, jika anda punya modal, dan ingin bikin keripik jamur misalnya.

Dan, anda tidak punya keterampilan dalam bidang masakan, hanya bisa makan :).

Bisa mencari rekanan yang bisa masak, selanjutnya cari teman petani jamur, kalau bisa punya kenalan sebagai penyedia kemasan atau yang bersedia sebagai marketing pemasaran.

Terdengar menarik bukan?

Tapi, di balik itu, anda jadi tidak bisa bebas, karena sebagai pemodal menuntut untuk berproduksi dan menghasilkan terus tiap bulan.

Sedangkan yang bisa masak, petani jamur atau supplier kemasan, semua jejaring dalam lingkaran bidang yang tengah kita tekuni tadi mesti ada yang berubah dan tidak sevisi dengan kita, karena kita yang punya ide dan pandangan bagaimana sebuah produk dihasilkan.

Bagaimana kalau kita buang jauh-jauh gambaran di atas, dan kembali lagi memposisikan kita sebagai pemodal. Modal tidak melulu uang, namun bisa keterampilan.

Andai kita punya keterampilan, kita bisa memulai berusaha, banyak cara memulainya tanpa harus mengeluarkan uang terlebih dahulu.

Caranya bagaimana? Ya, kita tawarkan dulu produk tersebut, kalau sudah baru dibuat sesuai pesanan.

Terlalu lama? Buat saja seminim mungkin produk yang kita inginkan. Di sini kita bisa belajar mencari kemasan yang pas seperti apa, produk yang diinginkan toko itu seperti bagaimana, semuanya akan kita dapatkan tanpa harus diributkan dengan rewelnya rekanan.

Ingin cepat? Cari pinjaman uang di bank, pinjaman awal 100 jutaan, misalnya atau sesuai nilai barang yang kita jadikan jaminan.

Tapi ingat !!!, cepatnya, cepat dalam memulai berusaha tapi bukan cepat dalam mendatangkan pemasukan…karena BEP pasti butuh waktu dan produk kita masih baru.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Sup Ayam Jamur “Master Chef Indonesia” Sarwarna

Posted on Juni 10, 2012. Filed under: jamuren world's | Tag:, , , , , |

Sup Ayam Jamur merupakan salah satu masakan khas Indonesia yang dibuat dengan bahan dasar ayam. Hidangan ini sangat tepat disajikan saat cuaca dingin. Cara membuatnya juga cukup mudah.

Nah, bagi Anda yang ingin menyajikan sup ayam jamur untuk keluarga tercinta, Master Chef Indonesia Chef Sarwana memberikan resepnya.

Bahan:

1. 200 gram wortel dan buncis yang sudah dipotong sesuai selera

2. 300 gram ayam

3. 200 gram jamur kuping

4. 2 siung bawang bombay

5. 5 gram merica, pala, gula, garam, kaldu secukupnya

Cara membuat:

– Potong halus bawang bombaym lalu ditumis

– Masukkan ayam yang sudah dipotong dadu kemudian masukkan buncis wortel beserta kaldu juga jamur

– Masukkan bumbu-bumbu seperti garam penyedap, gula, merica dan pala

Resep ini untuk 10 orang

 

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Rendahnya, kandungan lemak jamur tiram

Posted on Juni 9, 2012. Filed under: jamuren world's | Tag:, , , |

Gambar

Kandungan gizi jamur cukup tinggi, terutama protein, berkisar antara15 sampai 20 persen berat keringnya.
Daya cerna juga tergolong tinggi yakni sekitar 34-89 persen. Hal tersebut dikarenakan sifat nutrisi (kelengkapan asam amino) yang dimiliki jamur dapat menentukan tingginya mutu gizi.

Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida.

Karbohidrat terbesar dalam bentuk heksosan dan pentosan polimer karbohidrat dapat berupa glikogen, khitin dan sebuah polimer N-asetil glikosamin yang merupakan komponen struktural sel jamur. Khitin merupakan unsur utama serat jamur tiram putih.

Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin dan asam askorbat. Vitamin A dan D jarang ditemukan pada jamur, namun dalam jamur tiram putih terdapat ergosterol yang merupakan prekursor vitamin D. Jamur umumnya kaya akan mineral terutama phosphor, mineral lain yang dikandung di antaranya kalsium dan zat besi.

Sedangkan jamur tiram dapat berguna sebagai pencegah hipertensi, mencegah kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil senyawa aktif lovastatin.

Manfaat lainnya, menurunkan kolesterol darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi gangguan pencernaan-hati, kaya vitamin, mineral,protein serta dapat melancarkan peredaran darah.

Salam Jamuren

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: