Kenangan STNK Lumpur Lapindo

Posted on Juni 12, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, |

Sebelum mengurus yang baru, jatuh pada bulan September tahun ini. Saya kok kepengen, mem-foto stnk yang lama, karena di dalamnya masih ada kaitannya dengan lumpur lapindo.

Bisa dilihat pada gambar di sebelah kiri, alamat yang tertera, Perumtas 1, Blok AB III No 10.

Itu artinya rumah saya, dulunya termasuk korban lumpur lapindo.

Sekedar tahu, usai proses ganti rugi (seharusnya ganti untung) dan untung keluarga saya tidak memilih opsi rumah di Perum Kahuripan Nirvana. Terbukti, karena sampai sekarang, penghuni di sana belum mendapatkan sertifikat.

Singkat kata, usai urusan yang panjang, saya kembali melanjutkan hidup seperti sebelumnya. Berbekal STNK tadi saat riding harian, banyak kejadian lucu saya temui.

Salah satunya, waktu ada operasi rutin lalu lintas di daerah Mojokerto-Tahun2x tersebut, pekerjaan sebagai karyawan, salah satu anak grup harian terkemuka di Surabaya. Mengharuskan lebih banyak berada di jalan daripada di depan komputer-Salah seorang petugas berkata kepada saya,” Memang rumahnya masih ada mas,” tanyanya sembari tersenyum, kemudian memberikan sim+stnk (keduanya masih beralamatkan Perumtas 1)

Tidak hanya itu, karena sering ke Bali naik motor, saat tiba di Pelabuhan Gilimanuk, saya sering diberi senyuman ringan oleh petugas kepolisian yang sedang memeriksa kelengkapan berkendara, tanpa keluar sepatah katapun.

Pendeknya, saya bukannya bangga menjadi korban lumpur lapindo, justru sekarang sedang mencari pandangan hunian baru, karena lumpur tersebut sampai sekarang belum berhenti menyemburkan diri.

Salam Jamuren

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Motor Produksi Pertama Dunia Ada Di Sidoarjo

Posted on Juni 9, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, , , , , |

Siapa sangka, motor yang diproduksi massal pertama kali di dunia bernama Hildebrand und Wolfmüller sekaligus menjadi motor pertama yang masuk ke negeri ini. Dalam buku berjudul Krèta Sètan (De Duivelswagen) disebutkan motor tersebut masuk ke Indonesia tahun 1893 dan itu merupakan tahun pertama semenjak motor ini dirilis di Jerman dan dua tahun kemudian baru dirilis di Amerika.

Pemilik motor ini bukan pribumi atau WNI melainkan seorang teknisi Pabrik Gula di Probolinggo bernama J.C. Potter. Sekedar tahu Hildebrand und Wolfmüller bisa dipacu sampai kecepatan 45 km/jam dengan konvigurasi mesin 4 tak twin 1488 cc.

Beberapa sumber menyebutkan, tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman Potter, tidak terpakai hampir selama 40 tahun. Berkat bantuan montir-montir marinir di Surabaya, motor tersebut diperbaiki lantas disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor.

Kemudian diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK.

Namun ketika Anda berkunjung kesana, data yang ditulis pihak pengelola memberikan deskripsi berbeda yakni sebagai sepeda motor uap merk Daimler.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: