Teruskan Perjuanganmu Pakkkk…!!! (SISI LAIN BROTHER-HOOD)

Posted on Juni 14, 2012. Filed under: info berita | Tag:, , , , |

taken from kabarsidoarjo.com

Daripada perang komen gak jelas soal kelebihan dan kekurangan sebuah brand merek motor di blog atau hal lainnya yang membuat kita sebagai saudara sebangsa tanah air tercerai berai.

Mending kita tunjukkan arti brotherhood dengan ‘mendukung’ perjuangan Hari Suwandi (44) korban lumpur asal Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, yang nekad jalan kaki ke Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Selama perjalanan ke Jakarta, Bapak Hari akan dikawal Harto Wiyono (42), korban lumpur asal Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, menggunakan sepeda motor.

Hari akan menempuh perjalanan darat dengan start dimulai dari tanggul dan dilepas oleh korban lumpur lainnya.

Sedianya, kedua korban lumpur lapindo tersebut akan melewati jalur pantai utara, melalui 17 kabupaten/kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Untuk membiaya perjalanannya, Hari akan menjual VCD berisi penderitaan korban lumpur di kota/kabupaten yang dilalui.

Sribati, istri Hari, mengaku ikhlas melepas kepergian suaminya ke Jakarta.  Sebab suaminya pergi untuk misi yang sangat terpuji, menuntut ganti rugi lahan warga yang tergenang lumpur agar segera dibayarkan.

Tujuan Hari ke Jakarta, dia akan mendatangi Wisma Bakrie, Bundaran HI, Istana Negara dan Gedung DPR. Selain itu, dia juga akan mendatangi Kantor Kementrian Pekerjaan Umun.

Ketika ditanya sampai kapan dia berada di Jakarta, Hari mengaku sampai dia mendapat informasi kalau pembayaran korban lumpur dilunasi.

So…teman bikers yang merasa punya jiwa brotherhood, meski Bapak Hari dan Harto tidak riding menggunakan motor, plus peralatan safety riding yang identik dengan anak klub atau komunitas.

Ada baiknya, jika kebetulan bertemu dengan seorang laki-laki berjalan kaki dan ditemani seorang pengendara motor (penulis tidak sempat melihat pake motor apa), pokoknya pakaian seperti foto di atas.

Tidak hanya sekedar menyapa dengan klakson, bila sempat, dilihat aja tidak masalah, resapi bagaimana jika hal tersebut menimpa rekan biker sekalian (semoga tidak).

Salam Jamuren…

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Suporter Dan Transportasi Publik

Posted on Juni 13, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, , , , |

Film The Firm, Bercerita tentang suporter klub West Ham berjuluk Inter City Firm

Hendak nutup laptop buat liat sepak bola Euro, Denmark vs Portugal. Eh, ada sms dari rekan Andi Peci dari Serikat Buruh yang berisi, “Info besok tanggal 14 Juni ada aksi 100 orang Bonek dengan isu, usut kematian 1 bonek akibat kekerasan aparat mulai jam 10 pagi di monumen polisi istimewa menuju kantor Polda Jatim,”

Momennya kok pas, mau lihat sepak bola, Euro, ada aksi suporter menuntut kejelasan atas meninggalnya rekan mereka di Stadion Tambaksari silam.

Lantas, apa kaitannya, suporter dengan transportasi publik?

Saya rasa ada, pertama, karena saya lahir di Surabaya, kegiatan suporter Persebaya, dulu bahkan ada Niac Mitra, yang berjuluk Bonek, sudah hafal di luar kepala. Mereka selalu identik dengan raungan gas sepeda motor yang kenalpotnya sudah enggak perawan lagi. Gak pake helm, lepas kaos, berbaris menutup jalan sampai ke tengah. Dulu sih, tidak jengkel wong saya, waktu SMP di JL Rajawali dan SMA di JL Ngaglik (dekat dengan Stadion Tambaksari), kemana-mana masih naik bemo atau bis.

Kalau sekarang, jelas menganggu, pulang beraktivitas dari Surabaya, sudah macet karena banyak orang pulang kerja, semakin parah saat bonek keluar dari stadion menuju daerah masing-masing, termasuk Sidoarjo.

Andai, transportasi publik yang disediakan Pemkot Surabaya dan sekitarnya sudah memadai.

Mungkin gambaran dari film the Firm, yang mengisahkan bagaimana suporter klub West Ham, notabene sangat ‘Hooligan’ bisa dijadikan pembanding.

Bukan, masalah ganas dalam berkelahi, namun bagaimana mereka berangkat dari rumah, memanggil rekan yang lain dengan nyanyian khas West Ham, lantas berangkat bareng menuju pertandingan dengan berjalan kaki.

Di dalam film, digambarkan mereka tidak naik sepeda motor secara ugal-ugalan, mereka naik kereta atau bis. Di sana, diceritakan penumpang tidak merasa takut atau risih, karena di dalam mereka bersikap seperti penumpang lainnya. Kalau di sini, begitu masuk metromini atau kopaja, penumpang lain dah berhamburan keluar.

Andai, transportasi publik yang memadai jadi harga mati, termasuk masalah kenyamanan, tentu sepakbola bisa dinikmati semua golongan.

Mungkin, tidak ada namanya, suporter nggandol truk, naik di atap kereta dsb. Mereka menunjukkan loyalitas pada klub yang diidolakan dengan cara demikian, andai pemerintah mampu menyediakan itu semua, mungkin problema yang ada di masyarakat bisa sedikit berkurang.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Motor Produksi Pertama Dunia Ada Di Sidoarjo

Posted on Juni 9, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, , , , , |

Siapa sangka, motor yang diproduksi massal pertama kali di dunia bernama Hildebrand und Wolfmüller sekaligus menjadi motor pertama yang masuk ke negeri ini. Dalam buku berjudul Krèta Sètan (De Duivelswagen) disebutkan motor tersebut masuk ke Indonesia tahun 1893 dan itu merupakan tahun pertama semenjak motor ini dirilis di Jerman dan dua tahun kemudian baru dirilis di Amerika.

Pemilik motor ini bukan pribumi atau WNI melainkan seorang teknisi Pabrik Gula di Probolinggo bernama J.C. Potter. Sekedar tahu Hildebrand und Wolfmüller bisa dipacu sampai kecepatan 45 km/jam dengan konvigurasi mesin 4 tak twin 1488 cc.

Beberapa sumber menyebutkan, tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman Potter, tidak terpakai hampir selama 40 tahun. Berkat bantuan montir-montir marinir di Surabaya, motor tersebut diperbaiki lantas disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor.

Kemudian diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK.

Namun ketika Anda berkunjung kesana, data yang ditulis pihak pengelola memberikan deskripsi berbeda yakni sebagai sepeda motor uap merk Daimler.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: