Ngebut Dan Toleransi Pengguna Jalan

Posted on Juni 16, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, |

Loh, ngebut kok dikaitkan dengan toleransi pengguna jalan? Ya, memang seharuse seperti itu. Tapi kalau bisa ya gak usah ngebut, apalagi di jalan yang kian hari semakin padat bin sempit. Toh, mending terlambat kerja atau sekolah daripada tempat destinasi jadi berubah, bukan di keduanya?

Definisi ngebut seperti apa? Bagi saya, bila melihat seorang biker memacu kendaraan zig zag, stop n go, meski kecepatan di bawah 70km/jam sudah saya anggap ngebut. Lah, wong pengendara lain saja bisa pelan, melihat ada satu yang terlalu ‘aktif’ di jalan ya wajar kalau orang umum mengatakan banter.

Butuh skill? Jelas, tapi kalau bahas soal ini, juntrungannya malah ke ego yang bisa menyebabkan diri sendiri dan pengendara lainnya berada dalam posisi yang kurang mengenakkan setiap detiknya.

Meski pose kayak gini juga butuh toleransi dari pengendara lain. Bisa dibayangkan, andai ada yang iseng atau eneg liat kelakukan kayak gini? Walau jalanan sepi, menggiurkan bagi speed freak

Itulah kenapa saya kaitkan ngebut dengan toleransi pengguna jalan lainnya.

Tanpa kita sadari, saat kita berlenggak lenggok di jalanan, jika tidak ada kata toleransi, tentu skill yang kita sebut modal utama untuk ngebut, bisa terus membuat gerakan stop n go sampai di tempat tujuan.

Dengan begini, saya bisa mengerti himbauan pihak kepolisian yang mengatakan, hormati pengguna jalan lain.

Karena jalan dibangun untuk kepentingan dan kelancaran transportasi khalayak ramai. Tentu, bila ingin ngebut harus memperhatikan ada toleransi yang ‘mengizinkan’ kita pada saat tertentu memacu kendaraan di luar kebiasaan.

Bagaimana dengan jalanan yang sepi, seperti pada gambar? Biker sampai bisa mengangkat ban depannya. Saya rasa, sama saja, asal kita membawa kendaraan pribadi dari rumah. Ketika keluar di jalanan tetaplah ada namanya etika dan toleransi.

Gak gini juga kalee….udah sms pake motor…di lampu merah lagi….cape deh….

Ngebut, boleh saja, tapi, ingat di saat lagi ‘bernafsu’ memacu gas dengan beringas ada toleransi pengendara lain. Mereka bisa saja melakukan hal yang sama dengan kita, tapi nampaknya mereka bisa menahan diri.

Salam Jamuren…

 

 

 

 

 

 

 

 

bonusnya…mantap nih nenek biker….

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: