Archive for Juni, 2012

Alamak, JKT48 Gak Tau Kepanjangan DKI

Posted on Juni 24, 2012. Filed under: info berita | Tag:, , , , |

qasimq.wordpress.com

Di sini, saya tidak akan membahas soal siapa dan bagaimana terbentuknya girlband bernama JKT48 tersebut. Wong saya bukan peminat boys atau girlband macam itu, cukup dulu mengenal NKOTB notabene kostum dan gayanya juga seperti warga amerika kebanyakan, boro-boro mau niru gaya artis Jepang atau Korea. Wong, dunia otomotif mereka sempat kolaps gara-gara masuknya produk Jepang.

Itu NKOTB, nah ini JKT48, kebetulan Minggu malam (24/6)  liat program PAS Mantab yang diisi oleh Sule, Andre dan Parto (kalau ini saya suka).

Berhubung acara tersebut berkaitan dengan HUT Ibukota Jakarta yang ke 485, salah satu anggota ditanya pertanyaan ringan, apa kepanjangan DKI dan yang bikin ngenes, si cewek tadi menjawab dengan cengengesan, Daerah Khusus Indonesia, alamak !!! Jadi Daerah Khusus Indonesia – Jakarta, dong…ck ck ck…

Andre, pun sempat menyindir,”Loe sih, kebanyakan nyanyi, I want u, jadi gak tau,”

Si Sule juga bercanda, mungkin dia kalau sekolah pas nyampe gerbang dah balik lagi.

Miris, gak juga sih, cuma agak gimana gitu, mereka tahu banyak tentang Jepang (ini juga perlu dibuktikan) tapi kepanjangan DKI saja kagak tau.

Umpama, mereka konser ke Jepang dan ditanya tentang budaya Indonesia, bisa jawab gak ya…

Hal tersebut, bertolak belakang dengan pengalaman istri, dulu sekolahnya pernah kedatangan murid program pertukaran pelajar dari Jepang (lupa nanya, mereka setara SMP, SMA atau udah kuliah).

Di saat sesi ramah tamah dengan murid, termasuk istri saya, ketika mereka diminta menyanyikan lagu kebangsaan  (kalau di sini Indonesia Raya), mereka menolak dengan halus.

Mereka bisa menyanyikannya, namun harus pada momen yang benar-benar khusus dan pantas untuk melakukannya.

Sangat-sangat berbeda 360 derajat, murid pertukaran pelajar Jepang tadi sangat menghormati segala sesuatu yang berhubungan dengan negara kelahirannya, sedangkan generasi muda kita?

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Tantangan Berusaha Sendiri (Follow Your Passion)

Posted on Juni 20, 2012. Filed under: jamuren world's |

Orang yang berusaha saja bisa gagal, bagaimana dengan yang tidak?

Kenapa kita harus berusaha? Penulis berpikiran, umur sudah tidak muda lagi, jika kita pensiun dari pekerjaan kita sekarang ini, nantinya kita akan melakukan apa?

Uang pesangon? Didiamkan juga akan habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mulai berusaha? Masih kuatkah, pikiran dan tenaga kita untuk memulai sebuah usaha, katakan di saat usia sudah menginjak 60 tahun?

Paling banter, kita akan terkena post power syndrom. Paling tidak enak, setelah berhenti kerja, lantas duduk diam manis di rumah, menyaksikan yang muda-muda berbuat sesuatu dengan hidup mereka.

So…kenapa bukan sekarang? Di saat masih banyak teman, kenalan plus tenaga dan pikiran. Masih sangat mumpuni untuk mewujudkan hal tersebut.

Kenapa juga harus berusaha sendiri dengan produk sendiri?

Elek-eleko yo barange dewe.

Kalau kita bisa membuat produk sendiri, kenapa kita harus memasarkan barang orang lain, bahasa kasarnya, jadi sales dong.

Bukane di kantor kita sudah bekerja untuk orang lain, masa’ ketika punya usaha sendiri, masih membantu orang lain untuk menghidupi mereka dan keluarganya, no way !!!

Ini cerita tentang kita, bukan mereka, sudah cukup menyaksikan bagaimana bos dan keluarganya enak pelesir ke Singapura, China, Amerika menikmati setiap waktu yang diberikanTuhan.

Sedangkan kita? Berkutat di jalan, berangkat pagi, pulang sore, bahkan lembur segala…no…no..no…

Lah, kalau kalimat di atas terdengar ‘menyesatkan’, nantinya semua orang di dunia akan menjadi pengusaha dong, enggak ada petani, tukang parkir atau penjual nasi pecel :).

Ya, jelas masih ada lah, masing-masing orang bisa menjadi pengusaha bagi dirinya sendiri dan masih membutuhkan aspek-aspek merubah barang ‘mentah’ jadi produk siap edar, di sana ada individu yang bekerja dan kita pun masih demikian.

Ini tentang pilihan dan untuk terus berusaha.

Mungkin klip lagu dari Nugie tentang lentera jiwa di bawah ini bisa memperjelas gambaran yang coba saya sampaikan

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Tantangan Berusaha Sendiri (preambule)

Posted on Juni 20, 2012. Filed under: jamuren world's | Tag:, , , , , |

Lama gak nulis, akhirnya ketemu tema ini, minimal dengan menulis sekaligus menjadi pengingat kenapa keripik jamuren itu ada dan akan terus mengusahakannya.

 Cogito Ergo Sum (Aku Berpikir Maka Aku Ada) – You Are What You Do not What You Say.

Sesuai dengan judul, “Tantangan Berusaha Sendiri”, kenapa harus demikian, kenapa bukan tantangan menjadi pengusaha? Karena saya menganggap, dalam hidup harus terus berusaha bahkan sampai tutup usia nanti. Jika sudah mendapat label pengusaha, takutnya mental ini masuk dalam zona nyaman dan Mao Tse Tung berkata, itu sebuah pertanda kreativitas seseorang sudah menemui ajal.

Berusaha toh tidak identik dengan pengusaha, bisa berusaha dalam bidang lainnya, so…berusaha adalah kata yang cocok.

Penulis ingat dengan kata berusaha, ingat dengan mantan Redpel sebuah tabloid grup Jawa Pos yang pernah kerja bareng selama hampir 5 tahun. Ketika ditanya, kemana si A, oh si A sedang berusaha, jadi bukannya si A sedang mengerjakan ini atau itu, jawaban yang dilontarkan cukup diplomatis, “sedang berusaha”.

Terus, kenapa harus “Tantangan Berusaha Sendiri”, karena penulis merasa, lebih baik dalam berusaha, melakukan sendiri bukan dengan jalan rekanan. Mungkin, di luar sana, ada yang cocok menggunakan cara tersebut ya monggo, karena selama praktek, join dengan orang lain belum menghasilkan apa-apa kecuali pengalaman.

Memang, tidak selamanya rekanan itu buruk, malah bisa sebagai pembelajaran dalam memulai berusaha. Contoh gampang, jika anda punya modal, dan ingin bikin keripik jamur misalnya.

Dan, anda tidak punya keterampilan dalam bidang masakan, hanya bisa makan :).

Bisa mencari rekanan yang bisa masak, selanjutnya cari teman petani jamur, kalau bisa punya kenalan sebagai penyedia kemasan atau yang bersedia sebagai marketing pemasaran.

Terdengar menarik bukan?

Tapi, di balik itu, anda jadi tidak bisa bebas, karena sebagai pemodal menuntut untuk berproduksi dan menghasilkan terus tiap bulan.

Sedangkan yang bisa masak, petani jamur atau supplier kemasan, semua jejaring dalam lingkaran bidang yang tengah kita tekuni tadi mesti ada yang berubah dan tidak sevisi dengan kita, karena kita yang punya ide dan pandangan bagaimana sebuah produk dihasilkan.

Bagaimana kalau kita buang jauh-jauh gambaran di atas, dan kembali lagi memposisikan kita sebagai pemodal. Modal tidak melulu uang, namun bisa keterampilan.

Andai kita punya keterampilan, kita bisa memulai berusaha, banyak cara memulainya tanpa harus mengeluarkan uang terlebih dahulu.

Caranya bagaimana? Ya, kita tawarkan dulu produk tersebut, kalau sudah baru dibuat sesuai pesanan.

Terlalu lama? Buat saja seminim mungkin produk yang kita inginkan. Di sini kita bisa belajar mencari kemasan yang pas seperti apa, produk yang diinginkan toko itu seperti bagaimana, semuanya akan kita dapatkan tanpa harus diributkan dengan rewelnya rekanan.

Ingin cepat? Cari pinjaman uang di bank, pinjaman awal 100 jutaan, misalnya atau sesuai nilai barang yang kita jadikan jaminan.

Tapi ingat !!!, cepatnya, cepat dalam memulai berusaha tapi bukan cepat dalam mendatangkan pemasukan…karena BEP pasti butuh waktu dan produk kita masih baru.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Utak Atik Ergonomi Motormu

Posted on Juni 17, 2012. Filed under: otomotif area | Tag:, |

Pengen utak atik atau lebih paham mengenai ergonomis motor kamu, bisa kok, tinggal klik http://cycle-ergo.com/ dan di sana bisa masukkan merk motor, bisa dibilang lengkap mulai bajaj, ktm duke sampai ER6-nya Kawasaki, seperti contoh gambar di sini.

(thx om urie :))

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Enaknya Budidaya Jamur Tiram Di Kamar Sendiri

Posted on Juni 16, 2012. Filed under: jamuren world's | Tag:, , , |

Waduh, budidaya jamur tiram kok di kamar sendiri. Mau bagaimana lagi, lahan terbatas, ya sudah taruh di kamar tengah, dalam rumah saja. Meski ada tempat tidure, ya gak papa, toh masih ada space dikit buat naruh jamur, tempatnya juga lembab cocok buat habitat tanaman seperti jamur. Wong, budidaya-nya juga cuma 2 baglog, bukan skala industri…100 baglog keatas.

Untuk keperluan bikin Jamuren (Keripik Jamur Tiram Keren), ya tetep dapat suplai dari Pak Dahlan Pasuruan dan Surya Mandiri Sidoarjo. Belum banyak sih, satu minggu kadang lebih, baru habis 5 kg jamur segar.

Pesanan beragam juga, mulai keripik jamuren, harga Rp 3000, Rp 10.000, Rp 15.000 (wadah toples). Ada juga, yang beli tanpa kemasa atau jamur tiram yang segar.

Jadi, alhamdulillah meski coba-coba, 2 baglog di kamar tengah bisa ‘dipanen’. Sekali petik beratnya sekitar 1.3 ons. Kadang dimasak sendiri buat jamur crispy atau keripik seperti biasa.

Sekalian bisa tahu, jamur tiram bisa di tumbuh, meski tidak bisa maksimal seperti daerah Pandaan atau Malang. Namun melihat jamur bisa mekar di dalam rumah sendiri, semoga ini sebuah pertanda baik dari alam…amien

salam jamuren…

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

« Entri Sebelumnya

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: